DEMOKRASI DAN AGAMA
Membawa agama ke ruang-ruang demokrasi bukan sekedar mencari
pembenaran transcendental tentang keabsahan demokrasi sebagai the only game in
town. Bukan pula sebatas mengeksploitasi simbolisme agama untuk mendongkrak perolehan
suara dalam pemilu. Atau, membawa agama hanya sekedar untuk menutupi kelemahan,
kekurangan, dan ketidakmampuan melakukan hal semestinya. Lebih dari itu, agama
secara subtil melandasi setiap gerak demokrasi sehingga keduanya bergerak dan
bersenyawa kedalam adonan kebudayaan dan peradaban profetik, liberatif, dan transformative
untuk seluruh elemen bangsa.
Lebih dari itu, aspek yang dibawa dari agama adalah semangat
universal-esoterik yang menganjurkan setiap manusia untuk menghargai kehidupan,
merayakan perbedaan, merestorasi akal sehat, serta menaklukkan segala bentuk
kejahatan, kebengisan, dan kebiadaban. Inilah semangat profetik-liberatif-transformatif
agama yang layak diusung dalam setiap peristiwa demokrasi, terutama pilpres.
