Kamis, 23 Agustus 2018




DEMOKRASI DAN AGAMA

Membawa agama ke ruang-ruang demokrasi bukan sekedar mencari pembenaran transcendental tentang keabsahan demokrasi sebagai the only game in town. Bukan pula sebatas mengeksploitasi  simbolisme agama untuk mendongkrak perolehan suara dalam pemilu. Atau, membawa agama hanya sekedar untuk menutupi kelemahan, kekurangan, dan ketidakmampuan melakukan hal semestinya. Lebih dari itu, agama secara subtil melandasi setiap gerak demokrasi sehingga keduanya bergerak dan bersenyawa kedalam adonan kebudayaan dan peradaban profetik, liberatif, dan transformative untuk seluruh elemen bangsa.
Lebih dari itu, aspek yang dibawa dari agama adalah semangat universal-esoterik yang menganjurkan setiap manusia untuk menghargai kehidupan, merayakan perbedaan, merestorasi akal sehat, serta menaklukkan segala bentuk kejahatan, kebengisan, dan kebiadaban. Inilah semangat profetik-liberatif-transformatif agama yang layak diusung dalam setiap peristiwa demokrasi, terutama pilpres.