Senin, 25 November 2024
Selasa, 19 November 2024
SURFACE LEARNING
Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tiga (3)
tulisan tentang Desain Pembelajaran yang gagasannya diperkenalkan oleh John
Hattie. Tulisan pertama tentang Deep Learning, yang kedua Surface Learning, dan ketiga tentang Transfer
Learning. John Hattie adalah
peneliti yang mengembangkan teori dan strategi pembelajaran yang dikenal
sebagai "pembelajaran
terlihat" (Visible Learning). Hattie
berpendapat bahwa pada kenyataannya pembelajaran sejati
memerlukan keseimbangan antara pembelajaran permukaan dan pembelajaran mendalam . Pembelajaran ide dan fakta secara
permukaan diimbangi dengan pembelajaran yang lebih mendalam yang memerlukan
tingkat berpikir yang lebih tinggi, suatu proses di mana pembelajar membangun
ide dan mengembangkan pemahaman konseptual mereka.
Pembelajaran permukaan (Surface Learning) adalah pendekatan yang sering kali
melibatkan penguasaan fakta dan informasi pada tingkat yang lebih dangkal,
tanpa banyak mendalami pemahaman konseptual atau aplikasi praktis. Berikut
adalah beberapa karakteristik dan strategi untuk memahami serta memanfaatkan
pembelajaran permukaan:
Karakteristik Pembelajaran Permukaan
1.
Penekanan pada Hafalan:
o
Siswa lebih banyak menghafal fakta, rumus, atau definisi
daripada memahami konsep di baliknya.
2.
Pendekatan Reproduktif:
o
Pembelajaran sering kali berfokus pada reproduksi
informasi yang diajarkan, seperti mengulang kembali isi buku atau catatan.
3.
Pemahaman Terbatas:
o
Siswa mungkin hanya memahami informasi pada tingkat dasar
tanpa mampu mengaplikasikannya dalam konteks yang berbeda atau menghubungkannya
dengan pengetahuan lain.
Strategi untuk Pembelajaran Permukaan
1.
Penggunaan Alat Bantu Visual:
o
Gunakan alat bantu visual seperti flashcards, diagram,
atau peta konsep untuk membantu menghafal informasi secara efisien.
2.
Latihan dan Repetisi:
o
Berikan latihan berulang-ulang untuk membantu siswa
menghafal fakta atau prosedur. Contoh: latihan soal matematika atau pengulangan
kata-kata baru dalam pembelajaran bahasa.
3.
Pengujian Diri:
o
Ajak siswa melakukan pengujian diri secara berkala untuk
mengukur sejauh mana mereka mengingat dan memahami materi. Ini bisa dilakukan
melalui kuis kecil atau pertanyaan lisan.
4.
Catatan Singkat:
o
Dorong siswa untuk membuat catatan singkat atau ringkasan
dari materi yang dipelajari. Catatan ini dapat digunakan untuk mereview sebelum
ujian.
5.
Teknik Mnemonik:
o
Ajarkan teknik mnemonik seperti akronim, lagu, atau
cerita untuk membantu siswa mengingat informasi dengan cara yang lebih
menyenangkan dan efektif.
Implementasi Pembelajaran Permukaan
·
Target Penguasaan Fakta: Pembelajaran
permukaan bisa berguna pada tahap awal pembelajaran saat siswa perlu menguasai
fakta dasar sebelum beralih ke pemahaman yang lebih dalam.
·
Keterampilan Dasar: Gunakan
pembelajaran permukaan untuk mengajarkan keterampilan dasar yang membutuhkan
banyak hafalan, seperti tabel perkalian atau kosakata bahasa asing.
·
Persiapan Ujian: Pembelajaran
permukaan dapat membantu dalam persiapan ujian di mana penguasaan fakta cepat
dan tepat sangat dibutuhkan.
Keseimbangan dengan Pembelajaran Mendalam
Meskipun pembelajaran
permukaan memiliki tempatnya, penting juga untuk menyeimbangkannya dengan
pembelajaran mendalam yang melibatkan pemahaman konseptual, aplikasi, dan
penalaran kritis. Menggabungkan kedua pendekatan ini dapat membantu siswa
mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan kemampuan untuk menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks.Senin, 18 November 2024
TENTANG DEEP LEARNING