Senin, 25 November 2024

MENTRANSFER PEMBELAJARAN
Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang Desain Pembelajaran yang sudah diunggah sebelumnya yaitu Pembelajaran Mendalam ( Deep Learning ) dan Pembelajaran Permukaan ( Surface Learning ) pada tulisan ketiga disajikan tentang Transfer Pembelajaran ( Transfer Of Learning ). Ketiga proses pembelajaran ini merupakan rangkaian yang saling melengkapi dan terintegrasi menjadi bagian dari kompetensi yang semestinya dimiliki oleh setiap guru.
Transfer pembelajaran atau Transfer Of Learning adalah kemampuan untuk memperluas hasil belajar dari satu konteks ke konteks baru. Transfer pembelajaran dapat terjadi antara mata pelajaran yang berbeda atau antara hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari. Di sekolah dasar, ini sangat penting karena membantu siswa melihat bagaimana konsep yang mereka pelajari dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan nyata. Berikut adalah beberapa strategi untuk mentransfer pembelajaran di sekolah :
Strategi Transfer Pembelajaran
1. Kontekstualisasi Pembelajaran: Gunakan contoh dan tugas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ini membantu mereka melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari di kelas dengan dunia di sekitar mereka.
2. Interdisipliner: Integrasikan pembelajaran di berbagai mata pelajaran. Misalnya, gunakan proyek yang melibatkan matematika, sains, dan bahasa untuk menunjukkan bagaimana konsep-konsep tersebut saling berhubungan dan dapat diterapkan secara bersamaan.
3. Pembelajaran Berbasis Proyek: Gunakan proyek yang memungkinkan siswa untuk menerapkan berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam satu tugas yang menyeluruh. Proyek ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
4. Metakognisi: Ajarkan siswa untuk berpikir tentang proses berpikir mereka sendiri. Dorong mereka untuk refleksi dan bertanya pada diri sendiri bagaimana mereka dapat menerapkan apa yang mereka pelajari ke situasi baru.
5. Pembelajaran Kolaboratif: Dorong siswa untuk bekerja dalam kelompok dan berdiskusi tentang bagaimana konsep yang mereka pelajari dapat digunakan dalam berbagai konteks. Kolaborasi membantu memperkaya pemahaman dan penerapan pengetahuan.
6. Simulasi dan Role-Playing: Gunakan simulasi atau role-playing untuk mengajarkan konsep. Ini memungkinkan siswa untuk mempraktikkan keterampilan dalam lingkungan yang mendekati kenyataan.
Implementasi di Kelas
o Contoh Dunia Nyata: Berikan contoh dunia nyata selama pelajaran untuk menunjukkan bagaimana konsep akademis digunakan dalam kehidupan nyata. Misalnya, ajarkan matematika dengan mengaitkannya dengan perencanaan anggaran atau memasak.
o Proyek Lintas Kurikulum: Rancang proyek yang memerlukan penerapan pengetahuan dari berbagai mata pelajaran. Misalnya, proyek tentang ekosistem yang memerlukan pemahaman biologi, matematika untuk menghitung populasi, dan bahasa untuk menulis laporan.
o Aktivitas Pemecahan Masalah: Gunakan aktivitas pemecahan masalah yang membutuhkan siswa untuk menerapkan berbagai keterampilan. Misalnya, tantangan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang mengharuskan mereka untuk berpikir kritis dan kreatif.
o Tugas Terbuka: Berikan tugas yang tidak memiliki satu jawaban benar, tetapi mendorong siswa untuk berpikir kritis dan menemukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah.
o Refleksi dan Diskusi: Setelah menyelesaikan tugas atau proyek, ajak siswa untuk berdiskusi dan merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat menerapkan pengetahuan tersebut di masa depan.
Dengan strategi-strategi ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk mentransfer pembelajaran mereka dan melihat bagaimana pengetahuan akademis relevan dan berguna dalam berbagai aspek kehidupan.
Tangerang, 26 November 2024

Selasa, 19 November 2024

 SURFACE LEARNING

 

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tiga (3) tulisan tentang Desain Pembelajaran yang gagasannya diperkenalkan oleh John Hattie. Tulisan pertama tentang Deep Learning, yang kedua Surface  Learning, dan ketiga tentang Transfer Learning. John Hattie adalah peneliti yang mengembangkan teori dan strategi pembelajaran yang dikenal sebagai "pembelajaran terlihat" (Visible Learning). Hattie berpendapat bahwa pada kenyataannya pembelajaran sejati memerlukan keseimbangan antara pembelajaran permukaan dan pembelajaran mendalam . Pembelajaran ide dan fakta secara permukaan diimbangi dengan pembelajaran yang lebih mendalam yang memerlukan tingkat berpikir yang lebih tinggi, suatu proses di mana pembelajar membangun ide dan mengembangkan pemahaman konseptual mereka.

Pembelajaran permukaan (Surface Learning) adalah pendekatan yang sering kali melibatkan penguasaan fakta dan informasi pada tingkat yang lebih dangkal, tanpa banyak mendalami pemahaman konseptual atau aplikasi praktis. Berikut adalah beberapa karakteristik dan strategi untuk memahami serta memanfaatkan pembelajaran permukaan:

Karakteristik Pembelajaran Permukaan

1.    Penekanan pada Hafalan:

o    Siswa lebih banyak menghafal fakta, rumus, atau definisi daripada memahami konsep di baliknya.

2.    Pendekatan Reproduktif:

o    Pembelajaran sering kali berfokus pada reproduksi informasi yang diajarkan, seperti mengulang kembali isi buku atau catatan.

3.    Pemahaman Terbatas:

o    Siswa mungkin hanya memahami informasi pada tingkat dasar tanpa mampu mengaplikasikannya dalam konteks yang berbeda atau menghubungkannya dengan pengetahuan lain.

Strategi untuk Pembelajaran Permukaan

1.    Penggunaan Alat Bantu Visual:

o    Gunakan alat bantu visual seperti flashcards, diagram, atau peta konsep untuk membantu menghafal informasi secara efisien.

2.    Latihan dan Repetisi:

o    Berikan latihan berulang-ulang untuk membantu siswa menghafal fakta atau prosedur. Contoh: latihan soal matematika atau pengulangan kata-kata baru dalam pembelajaran bahasa.

3.    Pengujian Diri:

o    Ajak siswa melakukan pengujian diri secara berkala untuk mengukur sejauh mana mereka mengingat dan memahami materi. Ini bisa dilakukan melalui kuis kecil atau pertanyaan lisan.

4.    Catatan Singkat:

o    Dorong siswa untuk membuat catatan singkat atau ringkasan dari materi yang dipelajari. Catatan ini dapat digunakan untuk mereview sebelum ujian.

5.    Teknik Mnemonik:

o    Ajarkan teknik mnemonik seperti akronim, lagu, atau cerita untuk membantu siswa mengingat informasi dengan cara yang lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi Pembelajaran Permukaan

·         Target Penguasaan Fakta: Pembelajaran permukaan bisa berguna pada tahap awal pembelajaran saat siswa perlu menguasai fakta dasar sebelum beralih ke pemahaman yang lebih dalam.

·         Keterampilan Dasar: Gunakan pembelajaran permukaan untuk mengajarkan keterampilan dasar yang membutuhkan banyak hafalan, seperti tabel perkalian atau kosakata bahasa asing.

·         Persiapan Ujian: Pembelajaran permukaan dapat membantu dalam persiapan ujian di mana penguasaan fakta cepat dan tepat sangat dibutuhkan.

Keseimbangan dengan Pembelajaran Mendalam

Meskipun pembelajaran permukaan memiliki tempatnya, penting juga untuk menyeimbangkannya dengan pembelajaran mendalam yang melibatkan pemahaman konseptual, aplikasi, dan penalaran kritis. Menggabungkan kedua pendekatan ini dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks.

Tangerang, 20 November 2024

Senin, 18 November 2024

 TENTANG DEEP LEARNING

Tulisan ini tidak bermaksud mendahului atau bahkan mengalahkan kepandaian Prof. Mu’thi selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, melainkan bagian dari materi yang saya siapkan untuk kegiatan pelatihan. Jangan lupa beri masukan untuk saya, terima kasih.
"Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap pembelajaran, di mana siswa tidak hanya menghafal informasi tetapi benar-benar memahami konsep dan mampu menerapkannya dalam berbagai situasi. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi untuk menerapkan pembelajaran mendalam:
Prinsip Pembelajaran Mendalam
1. Pemahaman yang Bermakna: Fokus pada pemahaman konsep secara mendalam daripada sekadar hafalan. Pastikan siswa benar-benar memahami "mengapa" dan "bagaimana" di balik setiap konsep.
2. Keterlibatan Aktif: Libatkan siswa dalam proses pembelajaran secara aktif. Gunakan strategi seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan eksperimen yang mendorong partisipasi siswa.
3. Penekanan pada Keterkaitan: Ajak siswa untuk membuat koneksi antara konsep yang dipelajari dengan pengetahuan sebelumnya dan dengan dunia nyata. Ini membantu mereka melihat relevansi dan aplikasi konsep tersebut.
Strategi Pembelajaran Mendalam
1. Pembelajaran Berbasis Proyek: Gunakan proyek berbasis masalah yang memerlukan penelitian, pemecahan masalah, dan kolaborasi. Proyek semacam ini memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks yang nyata dan relevan.
2. Diskusi dan Refleksi: Sediakan waktu untuk diskusi dan refleksi setelah kegiatan pembelajaran. Ajak siswa untuk berbagi pemikiran, bertanya, dan merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat menerapkannya.
3. Pertanyaan Tingkat Tinggi: Ajukan pertanyaan yang menantang pemikiran kritis dan penalaran siswa. Pertanyaan seperti "Mengapa hal ini terjadi?" atau "Bagaimana kamu bisa membuktikannya?" mendorong siswa untuk berpikir lebih dalam.
4. Penggunaan Alat Bantu Visual dan Digital: Manfaatkan alat bantu visual seperti peta konsep, grafik, dan diagram untuk membantu siswa memvisualisasikan dan memahami konsep. Gunakan teknologi seperti aplikasi dan perangkat lunak edukatif untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif.
5. Belajar Kolaboratif: Dorong kolaborasi antar siswa melalui kerja kelompok dan diskusi kelas. Kolaborasi membantu siswa belajar dari satu sama lain dan mengembangkan keterampilan komunikasi.
6. Pembelajaran Diferensiasi: Sesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa. Gunakan strategi seperti pembelajaran mandiri, tugas yang berbeda tingkat kesulitannya, dan instruksi kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa.
7. Pembelajaran Berbasis Penyelidikan: Ajak siswa untuk mengembangkan keterampilan penyelidikan dengan cara mengajukan pertanyaan, merencanakan dan melaksanakan eksperimen, serta menganalisis hasilnya. Pembelajaran berbasis penyelidikan mendorong rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif.
Implementasi Pembelajaran Mendalam
• Rancang Kurikulum yang Fleksibel: Buat kurikulum yang memungkinkan eksplorasi mendalam dan menyediakan ruang untuk proyek dan penelitian.
• Sediakan Umpan Balik yang Konstruktif: Berikan umpan balik yang membantu siswa memahami kekuatan dan area yang perlu perbaikan. Umpan balik yang konstruktif mendorong pembelajaran berkelanjutan.
• Fasilitasi Lingkungan Belajar yang Mendukung: Ciptakan lingkungan kelas yang mendukung dan mendorong siswa untuk berbagi ide, bertanya, dan mengambil risiko dalam pembelajaran.
Dengan mengimplementasikan prinsip dan strategi ini, pembelajaran mendalam dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang kuat dan keterampilan berpikir kritis yang akan berguna sepanjang hidup mereka.
Lihat insight dan iklan
Semua tanggapan:
Yanto Musthofa

Selasa, 07 Juni 2022

 


AKU

Adalah aku, sendiri tanpamu
menunggu dalam kesunyian yang tak berujung
bersandar pada kesabaran yang tak 'kan berakhir
derai hujan menemani perjalanan tengah kegelapan
ke manakah aku?
Aku, masih sendiri tanpamu
menanti dalam senyap yang tak bertepi
terpasung pada janji yang entah kapan terbukti
hembus angin menemani menerpa hati
siapakah aku ?

 

Larantuka, 16 Mei 2022

Kamis, 21 April 2022

 

Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadr 

oleh : ASA

Saudaraku! Setiap tahun, dan tepatnya di bulan suci Ramadhan ini, banyak dari umat Islam di sekitar anda merayakan dan memperingati suatu kejadian bersejarah yang telah merubah arah sejarah umat manusia. Dan mungkin juga anda termasuk yang turut serta merayakan dan memperingati kejadian itu. Tahukah anda sejarah apakah yang saya maksudkan? Kejadian sejarah itu adalah Nuzul Quran; diturunkannya Al Quran secara utuh dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia. Peringatan terhadap turunnya Al Quran diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum. Dari mereka ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, hadrah, nasyid dan lainnya. Mari saya mengajak diri saya sendiri terlebih dahulu dan umat Islam lainnya untuk senantiasa kita membaca dan mempelajari
Al-Quran. Membaca dan mempelajari Al-Quran harus dijadikan tradisi oleh masing-masing keluarga Islam di muka bumi ini, kalau gerakan ini berlanjut, maka bukan tidak mungkin dunia nanti akan dipenuhi nilai-nilai Quran dan saat itulah peradaban baru dunia itu muncul, yaitu peradaban yang bersumber dari nilai-nilai AlQuran. Mengapa kita harus membudayakan membaca dan mempelajari Al-Quran? Karena selaku umat Islam kita yakin bahwa Al-Quran merupakan pedoman hidup yang kompleks dan memuat sejumlah kebutuhan manusia, baik materiil maupun spiritual. Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad memang diperuntukkan kepada manusia agar dia mendapat rahmat dan kegembiraan dari Allah SWT. Membicarakan tentang Nuzulul Qur
an (turunnya Alquran) maka pasti tidak akan lepas pula membicarakan soal Lailatul Qadr dan Bulan Ramadhan. Karena memang antara ketiga hal tersebut terdapat hubungan yang saling kait mengkait. Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Qadr ayat 1 yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam Qadr (Laelatul Qadr). Kemudian dalam Surat AdDukhan ayat 3 disebutkan pula yang artinya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (malam permulaan Al-Quran pertama kali diturunkan). Selain dua ayat diatas, dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 Allah Swt berfirman yang artinya, “Bulan Ramadhan adalah bulan dimana di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)…”. Mengenai persoalan bahwasanya Al-Quran untuk pertama kali diturunkan dari Lauhil Mahfudz sampai ke Batil „Izzah (Langit Dunia) yaitu pada Malam Qadr di bulan suci Ramadhan, para ulama mayoritas telah bermufakat semuanya. Dimana dari Baitil „Izzah ini, malaikat Jibril as kemudian mengantarkannya kepada nabi Muhammad Saw secara step by step selama kurun waktu sekitar 23 tahunan. Akan tetapi ketika diperinci lebih lanjut pada tanggal berapa persis sebenarnya saat nuzulul quran itu terjadi? Maka disini mulai terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama. Kontek perbedaan pendapat ini sebetulnya bermuara pada batasan waktu kapan terjadinya Laelatul Qadr itu. Ada yang berpendapat di hari – hari ganjil „asyrul awakhir bulan suci Ramadhan sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits. Ada pula yang mengatakan pada 27 Ramadhan. Dan ada lagi yang berpendapat bahwa khusus Laelatul Qadr saat nuzulul quran itu terjadi yakni pada tanggal 17 Ramadhan. Karena keterkaitannya Surat Al-Qadr ayat 1 dengan isyarat yang disampaikan oleh Allah Swt pada Surat Al-Anfal 41 yang berbunyi ; Artinya, “…jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan (AlQuran) kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Yang dimaksud dengan hari Furqan atau hari bertemunya dua pasukan adalah hari pertempuran perang Badr. Peristiwa perang tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 02 H. Atau jatuh pada hari Selasa 13 Maret 624 M. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa peristiwa perang Badar itu terjadi pada hari Jumat adalah pendapat yang lemah (karena salah dalam mengkonversi). Dan pendapat bahwasanya Nuzulul Quran itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan inilah pendapat terbanyak yang dipakai di Indonesia. Sehingga tiap tiap tanggal 17 Ramadhan umat islam di Indonesia banyak yang memperingatinya. Peristiwa turunnya Alquran atau sering disebut sebagai Nuzulul Quran merupakan hal yang sampai saat ini selalu diperingati oleh sebagian umat Islam di dunia. Di seluruh negara Arab dilakukan tradisi syiar atau menyemarakkan bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memperingati Lailatul Qadr yang biasanya ini serempak dirayakan oleh umat Islam di seluruh negara Arab pada malam ke-27. (Musthafa Luthfi, Harian Pelita, 01 September 2009). Sementara itu, dalam memperingati turunnya Alquran, di Indonesia dilaksanakan peringatan Nuzulul Quran pada malam ke-17 Ramadhan. Berbeda dengan umat Islam di Arab, di Indonesia, banyak umat Islam yang menyangka peristiwa Nuzulul Quran itu berbeda dengan Lailatul Qadr. Padahal jika dilihat dalam sejarah, kedua hal ini sebenarnya tidak bisa dipisahkan. Lantas, mengapa umat Islam Indonesia memperingati turunnya Alquran pada malam 17 Ramadhan? Dalam situs wikipedia dijelaskan bahwa awal diperingatinya Nuzulul Quran di Indonesia, yaitu ketika Presiden Soekarno mendapat saran dari Buya Hamka untuk memperingati Nuzulul Quran setiap tanggal 17, karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, dan sebagai rasa syukur kemerdekaan Indonesia. Memang, dari dahulu telah ada perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Alquran pertama kalinya, yang kemudian diperingati sebagai malam Nuzulul Quran. Rasulullah Saw. pernah mengabarkan tentang kapan akan datangnya malam Lailatul Qadr. Beliau bersabda: Carilah malam Lailatul Qadr di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim); dalam Hadis yang lain juga dijelaskan: “Berusahalah untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir, apabila kalian lemah atau kurang fit, maka jangan sampai engkau lengah pada tujuh hari terakhir” (HR. Bukhori dan Muslim). Berdasarkan hadis di atas, diketahui bahwa Lailatul Qadr terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan yaitu pada malam-malam ganjilnya 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadhan. Keterangan bahwa turunnya Alquran pada 10 hari terakhir Ramadhan diperkuat oleh Syeikh Safiur Rahman Mubarakpuri, penulis Sirah Nabawiyah. Mubarakpuri dalam buku Cahaya Di Atas Cahaya (2008: 40) menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. mendapat wahyu pertama pada malam senin, tanggal 21 Ramadhan (10 Agustus 610 M.). Menurut kalender yang didasarkan pada perputaran bulan (Qamariyah), saat itu Nabi berusia 40 tahun 6 bulan 12 hari. Sedangkan menurut kalender Masehi, Nabi berusia 39 tahun 3 bulan 22 hari. Keterangan Mubarakpuri di atas menguatkan pernyataan bahwa Alquran pertama sekali turun pada tanggal 21 Ramadhan dan bukan pada tanggal 17 Ramadhan. Berdasarkan berbagai keterangan di atas, Alquran diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. pertama kalinya pada malam Lailatul Qadr, yang oleh sumber sejarah dijelaskan bahwa Nabi menerima wahyu pada malam 21 Ramadhan. Jadi peristiwa Nuzulul Quran pertama sekali terjadi pada tanggal 21 Ramadhan, tepatnya pada hari senin, sebab sebagi besar ahli sejarah sepakat bahwa diangkatnya beliau menjadi Nabi adalah pada hari Senin. Dalil ini dianggap kuat karena Rasulullah ketika ditanya tentang puasa Senin beliau menjawab: “Di dalamnya aku dilahirkan dan di dalamnya diturunkan (wahyu) atasku” (HR. Muslim). Peristiwa turunnya Alquran (Nuzulul Quran) sebagaimana yang biasa diperingati oleh umat Islam Indonesia pada dasarnya tidak dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabatnya dan para tabiin. Jika pun perayaan Nuzulul Quran tetap diperingati dengan niat dan alasan yang baik, hendaknya bukanlah sekadar seremonial belaka, tetapi melalui peringatan tersebut esensi AlQuran sebagai peringatan bagi umat manusia dapat membawa bekas dalam diri umat Islam yang memperingatinya. Sebagaimana Alquran menjelaskan: Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman” (Al-Araaf: 2). Wallahu Alam

Selasa, 19 April 2022


Al-Qur’an dan Lailatul Qadar

Oleh : ASA

 

Beberapa ulama tafsir mengatakan surat Al Qadr menerangkan tentang peristiwa pada malam kemuliaan. Ibnu Katsir menerangkan, dalam surat ini Allah SWT menceritakan bahwa Dia menurunkan Al Quran di malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh dengan keberkahan. Menurut tafsir Kemenag, dalam ayat 2 Surat Al Qadr Allah SWT menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qadar yang tidak diketahui para ulama maupun ilmuan. Bahkan Nabi pun tidak sanggup menentukan kebesaran dan keutamaan malam itu. Hanya Allah SW yang mengetahui segala yang tidak diketahui oleh hamba-Nya.

Dalam ayat 3, Allah SWT menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang memancarkan cahaya hidayah yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia. Malam ini lebih utama dari seribu bulan. Menjalankan ibadah pada malam ini memiliki keutamaan diantaranya mendapatkan kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik. Ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan keistimewaan yang terdapat dalam malam ini. Di mana para malaikat bersama Jibril akan turun dari alam malaikat untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT. Turunnya malaikat ke bumi atas izin Allah dan sudah menjadi rahasia-Nya.

Diriwayatkan dalam HR Abu Dawud, Ibnu 'Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang Lailatul Qadr: Lailatul Qadr adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak dingin, serta matahari pada pagi harinya berwarna merah terang." (HR. Abu Dawud). Karena Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yakni pahala melimpah, dosa diampuni, doa dikabulkan, hadir ketenteraman, dan lahir kemuliaan, penting bagi umat Islam memburu malam Lailatul Qadr. Malam keberkahan ini juga disebutkan dalam Q.S Ad-Dukhan ayat 3 sebagai berikut, Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." Malam Lailatul Qadar terdapat di bulan keberkahan, yakni bulan Ramadhan. Hal ini juga diperkuat dengan firman-Nya pada penggalan Q.S Al-Baqarah ayat 185, artinya:" (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran...."


Metode turunnya Al Qur’an

Redaksi turunnya Al Quran diungkapkan dengan narasi dua diksi:

1.    Anzala : Dalam rumus bahasa Arab secara cepat, anzala menunjukkan peristiwa yang sekaligus, keseluruhan.

2.    Nazzala : Menunjuk proses yang bertahap.

Para ulama sepakat, Al Quran yang diturunkan secara berproses itu, itulah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Sejak mulai periode Iqra berlangsung di Gua Hira itu, pada hari Senin tanggal 21 Ramadhan, diawali dengan usia beliau 40 tahun, 6 bulan, 12 hari dalam hitungan hijriah. Dalam perhitungan kalender masehi, usia Nabi 39 tahun 3 bulan, 20 hari. Jadi kalau ada referensi sejarah menyebutkan Beliau menerima wahyu dalam usia 40 tahun, ini merujuk pada kalender hijriah.

Dalam hadits HR Muslim, 2263, Nabi SAW melalui pendahuluan dalam proses penerimaan wahyu pertama melalui mimpi yang benar dan dibimbing oleh Allah SWT. Bahkan itu berupa dari tanda kenabian. Mimpi yang benar itu, bagi para nabi merupakan 46 tanda kenabian. QS Ali Imran ayat 3 menyebutkan, Allah turunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad secara berproses, bertahap, dengan cara yang benar. QS Al Furqan ayat 32 disebutkan, hal demikian supaya kami memantabkan ayat yang diturunkan itu, menghujam pada jiwamu.
Narasi kedua, yakni nazzala, dalam surat Al Baqarah ayat 185 dan QS Al Anfal ayat 41, Al Quran diturunkan sekaligus dari Lauful Mahfudz ke Baitul Izzah tanggal 17 bulan Ramadhan di hari Jumat. Sebelum diturunkan kepada Nabi Muhammad disampaikan dulu kepada seluruh penghuni langit sekaligus menunjukkan status tingginya Rasulullah SAW.

Alquran turun dengan ayat yang lengkap semuanya ketika malam Lailatul-Qadr ke bait-al-Izzah atau langit dunia dari al-Lauh al-Mahfudz. Kemudian turun secara berangsur-angsur melalui Jibril kepada Nabi Muhammad SAW selama 20 atau 23 tahun kemudian dimulai dengan 5 ayat pertama al-‘Alaq.

Bahwa Alquran diturunkan sekaligus ke langit dunia (daarul Izzah) pada malam Lailatul Qadr kemudian diturunkan dengan cara berangsur-angsur sepanjang kehidupan Nabi SAW setelah beliau diangkat menjadi Nabi di Mekah dan Madinah sampai wafat beliau.

Pendapat ini karena berdasar kepada suatu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam mustadrok-nya dengan sanad yang shohih, dari Ibnu Abbas radhiyallhu ‘anhuma. Beliau mengatakan bahwasanya Alquran itu turun sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qodr. Kemudian diturunkan berangsur-angsur selama 20 tahun, kemudia ia mambaca surah Al-Furqan ayat 33. "Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik."

Dalam surah Al-Isra ayat 106 Allah SWT berfirman. "Dan Al Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian."

Imam An-Nasa’I juga meriwayatkan dengan sanad yang shohih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:“……dan Al-qur’an diletakkan di baitil izzah dari langit dunia kemudian Jibril turun dengan membawanya kepada Muhammad SAW"

Lalu apakah turunnya Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan? Jawabannya kita harus merujuk pada penafsir terbaik antara lain pada hadits.

a.   HR Muslim nomor 169 menyebut, dari Sayyidah Aisyah Radiyallahu Ta'ala Anha: 'Berburulah kalian, malam Al Qadar itu di 10 hari terakhir."

b.   HR Bukhari nomor 2017 dari Sayyidah Aisyah: cari di malam-malam ganjil 21,23, 25, 27, dan 29.

c.   HR Muslim nomor 1165: cari di tujuh yang terakhir yang ganjil: malam 29.