Selasa, 19 November 2024

 SURFACE LEARNING

 

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari tiga (3) tulisan tentang Desain Pembelajaran yang gagasannya diperkenalkan oleh John Hattie. Tulisan pertama tentang Deep Learning, yang kedua Surface  Learning, dan ketiga tentang Transfer Learning. John Hattie adalah peneliti yang mengembangkan teori dan strategi pembelajaran yang dikenal sebagai "pembelajaran terlihat" (Visible Learning). Hattie berpendapat bahwa pada kenyataannya pembelajaran sejati memerlukan keseimbangan antara pembelajaran permukaan dan pembelajaran mendalam . Pembelajaran ide dan fakta secara permukaan diimbangi dengan pembelajaran yang lebih mendalam yang memerlukan tingkat berpikir yang lebih tinggi, suatu proses di mana pembelajar membangun ide dan mengembangkan pemahaman konseptual mereka.

Pembelajaran permukaan (Surface Learning) adalah pendekatan yang sering kali melibatkan penguasaan fakta dan informasi pada tingkat yang lebih dangkal, tanpa banyak mendalami pemahaman konseptual atau aplikasi praktis. Berikut adalah beberapa karakteristik dan strategi untuk memahami serta memanfaatkan pembelajaran permukaan:

Karakteristik Pembelajaran Permukaan

1.    Penekanan pada Hafalan:

o    Siswa lebih banyak menghafal fakta, rumus, atau definisi daripada memahami konsep di baliknya.

2.    Pendekatan Reproduktif:

o    Pembelajaran sering kali berfokus pada reproduksi informasi yang diajarkan, seperti mengulang kembali isi buku atau catatan.

3.    Pemahaman Terbatas:

o    Siswa mungkin hanya memahami informasi pada tingkat dasar tanpa mampu mengaplikasikannya dalam konteks yang berbeda atau menghubungkannya dengan pengetahuan lain.

Strategi untuk Pembelajaran Permukaan

1.    Penggunaan Alat Bantu Visual:

o    Gunakan alat bantu visual seperti flashcards, diagram, atau peta konsep untuk membantu menghafal informasi secara efisien.

2.    Latihan dan Repetisi:

o    Berikan latihan berulang-ulang untuk membantu siswa menghafal fakta atau prosedur. Contoh: latihan soal matematika atau pengulangan kata-kata baru dalam pembelajaran bahasa.

3.    Pengujian Diri:

o    Ajak siswa melakukan pengujian diri secara berkala untuk mengukur sejauh mana mereka mengingat dan memahami materi. Ini bisa dilakukan melalui kuis kecil atau pertanyaan lisan.

4.    Catatan Singkat:

o    Dorong siswa untuk membuat catatan singkat atau ringkasan dari materi yang dipelajari. Catatan ini dapat digunakan untuk mereview sebelum ujian.

5.    Teknik Mnemonik:

o    Ajarkan teknik mnemonik seperti akronim, lagu, atau cerita untuk membantu siswa mengingat informasi dengan cara yang lebih menyenangkan dan efektif.

Implementasi Pembelajaran Permukaan

·         Target Penguasaan Fakta: Pembelajaran permukaan bisa berguna pada tahap awal pembelajaran saat siswa perlu menguasai fakta dasar sebelum beralih ke pemahaman yang lebih dalam.

·         Keterampilan Dasar: Gunakan pembelajaran permukaan untuk mengajarkan keterampilan dasar yang membutuhkan banyak hafalan, seperti tabel perkalian atau kosakata bahasa asing.

·         Persiapan Ujian: Pembelajaran permukaan dapat membantu dalam persiapan ujian di mana penguasaan fakta cepat dan tepat sangat dibutuhkan.

Keseimbangan dengan Pembelajaran Mendalam

Meskipun pembelajaran permukaan memiliki tempatnya, penting juga untuk menyeimbangkannya dengan pembelajaran mendalam yang melibatkan pemahaman konseptual, aplikasi, dan penalaran kritis. Menggabungkan kedua pendekatan ini dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang komprehensif dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks.

Tangerang, 20 November 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar