Sebagai seorang planner alias perencana, guru harus memiliki kemampuan berimajinasi, membayangkan dan mereka-reka hal yang akan dijalankan. Ia juga harus memiliki kemampuan merancang, memilih, dan menentukan metode, strategi, juga pendekatan dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Ia harus tahu betul tujuan yang hendak dicapai, bukan sekedar menjadi waitress alias pengantar sajian kepada siswa-siswinya. Guru harus pandai meramu, meracik menu pembelajaran yang bukan hanya menarik tetapi juga harus berisi.
Sebagai seorang developer alias pengembang, guru dituntut untuk mampu membaca dan mengembangkan panduan (kurikulum) pembelajaran. Menyusun, menata ulang, dan mengembangkan agar sesuai dengan kondisi siswa, sekolah, dan masyarakat tempat dirinya berkarier. Profesi guru tak ubahnya seperti desainer, hanya saja yang dirancang adalah masa depan siswa-siswi, generasi penerus bangsa. Maka jika seorang guru tidak mampu mengkonstruksi seluruh komponen seperti pengetahuan, karakter, dan modalitas individu yang beragam, maka ia hanyalah seorang tukang semata. Dan hasilnya tentu hanya sekumpulan manusia remaja yang tidak jelas karakter masa depannya.
Sebagai excecutor alias pelaksana, guru diharuskan memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, optimal, dan bisa memuaskan banyak pihak. Komunikasi ini menjadi kunci keberhasilan atau kegagalan dalam menjalankan profesinya. Tidak sedikit guru yang dikenang sepanjang masa oleh siswanya karena ia mampu "mengambil hati" sehingga memiliki nilai customer stisfaction yang tinggi. Ada pula karena yang mengalami kegagalan berkomunikasi lalu frustasi sehingga mengantarkannya ke jeruji besi.
Terakhir, sebagai evaluator guru dituntut untuk memiliki obyektivitas yang adil. Bukan hanya hafal pada rumus-rumus konversi angka-angka, namun juga pada tujuan utama dalam proses pendidikan, yaitu pembentukan karakter. Terkadang memang peraturan bisa menjadi tantangan tersendiri. Tetapi, guru yang menjalankan profesinya karena niat, bukan karena "terjebak", ia tidak perduli dengan pameo "Kasihan Kepada Murid" alias KKM.
Tangerang, Ahad, 24 Juli 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar