BULAN
Oleh : ASA
Berbeda dengan penanggalan masehi, bulan
menjadi penanda pada kalender hijriyah. Peredaran bulan mengelilingi bumi
menjadi ukuran dalam menghitung lamanya bulan dan tahun. Dalam terminology
hijriyah yang digunakan oleh umat Islam, bulan memiliki 3 sebutan yaitu hilal,
qomar, dan badar.
Hilal adalah periode awal mula bulan
mulai terlihat dari bumi. Untuk menandai hadirnya bulan (bulan baru) ada yang
melalui prediksi waktu dengan metode hisab dan ada pula yang harus melihat
wujud secara fisik. Perlu diketahui bahwa kenampakan bulan hanya bisa dilihat
saat matahari mulai tenggelam, dan itulah awal hari dalam penanggalan hijriyah.
Kemunculan hilal menjadi penanda pergantian masa, seperti apakah sudah memasuki
awal bulan Ramadhan, awal bulan Syawal, awal bulan Dzulhijjah, dll. Meskipun
tidak semua orang mampu melihat kehadirannya secara mata telanjang, maksud saya
tanpa teleskop, tetapi semua umat muslim menantikan kehadirannya.
Periode berikutnya yang disebut dengan
qomar. Merupakan kelanjutan dari hilal yang umurnya sekitar 3 hari. Dalam
periode ini kenampakan bulan sudah sangat nyata dan bias dilihat dengan mata
secara langsung. Bentuknya masih membentuk sabit. Masa peredaran bulan periode
ini lebih lama, sekitar 10 hari. Bahkan terjadi dua kali setelah hilal dan
menjelang bulan mati, bentuknya tidak sempurna dengan terlihat seperti sabit.
Sebutan ketiga adalah badar atau badrun.
Pada fase ini bulan Nampak utuh penuh, bulat bundar sempurna. Kita bilang bulan
sedang purnama. Saat itu memang posisi bulan sedang tidak terhalang sehingga
sinar matahari secara penih dipancarkan sebagai cahaya bulan yang sempurna. Posisinya
yang rata-rata tegak lurus dari bumi membuat pergerakannya seolah-olah lamban.
Masa purnama tidak berlangsung lama, sekitar 3 hari. Setelah masa purnama bulan
akan kembali membentuk sabit menuju akhir.
Banyak syair yang dilantunkan para
penyanyi menyanjung keindahan bulan. Seperti lagu Qomarun yang dipopulerkan
kembali oleh group Sabyan. Juga senandung Thal’al Badrun yang syairnya selalu
disenandungkan seiring dengan peringatan kelahiran.
Tangerang, 15 Ramadhan 1443 H.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar