Senin, 18 April 2022

 


BULAN

Oleh : ASA

 

Berbeda dengan penanggalan masehi, bulan menjadi penanda pada kalender hijriyah. Peredaran bulan mengelilingi bumi menjadi ukuran dalam menghitung lamanya bulan dan tahun. Dalam terminology hijriyah yang digunakan oleh umat Islam, bulan memiliki 3 sebutan yaitu hilal, qomar, dan badar.

Hilal adalah periode awal mula bulan mulai terlihat dari bumi. Untuk menandai hadirnya bulan (bulan baru) ada yang melalui prediksi waktu dengan metode hisab dan ada pula yang harus melihat wujud secara fisik. Perlu diketahui bahwa kenampakan bulan hanya bisa dilihat saat matahari mulai tenggelam, dan itulah awal hari dalam penanggalan hijriyah. Kemunculan hilal menjadi penanda pergantian masa, seperti apakah sudah memasuki awal bulan Ramadhan, awal bulan Syawal, awal bulan Dzulhijjah, dll. Meskipun tidak semua orang mampu melihat kehadirannya secara mata telanjang, maksud saya tanpa teleskop, tetapi semua umat muslim menantikan kehadirannya.

Periode berikutnya yang disebut dengan qomar. Merupakan kelanjutan dari hilal yang umurnya sekitar 3 hari. Dalam periode ini kenampakan bulan sudah sangat nyata dan bias dilihat dengan mata secara langsung. Bentuknya masih membentuk sabit. Masa peredaran bulan periode ini lebih lama, sekitar 10 hari. Bahkan terjadi dua kali setelah hilal dan menjelang bulan mati, bentuknya tidak sempurna dengan terlihat seperti sabit.

Sebutan ketiga adalah badar atau badrun. Pada fase ini bulan Nampak utuh penuh, bulat bundar sempurna. Kita bilang bulan sedang purnama. Saat itu memang posisi bulan sedang tidak terhalang sehingga sinar matahari secara penih dipancarkan sebagai cahaya bulan yang sempurna. Posisinya yang rata-rata tegak lurus dari bumi membuat pergerakannya seolah-olah lamban. Masa purnama tidak berlangsung lama, sekitar 3 hari. Setelah masa purnama bulan akan kembali membentuk sabit menuju akhir.

Banyak syair yang dilantunkan para penyanyi menyanjung keindahan bulan. Seperti lagu Qomarun yang dipopulerkan kembali oleh group Sabyan. Juga senandung Thal’al Badrun yang syairnya selalu disenandungkan seiring dengan peringatan kelahiran.

 

 

Tangerang, 15 Ramadhan 1443 H.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar